Mengkomunikasikan Krisis, Musibah dan Bencana
Walaupun dua kali luncuran awan panas dalam ukuran raksasa di Gunung Merapi waktunya hampir bersamaan dengan terjadinya gempa pada pukul 5.55 WIB., gempa yang terjadi di dekat pantai Parangtritis itu tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa gempa berkekuatan cukup besar tersebut jenis tektonik, bukan vulkanik. Gempa itu terjadi akibat pergerakan patahan aktif atau sesar. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jln. Diponegoro, Bandung menambahkan, dampak gempa yang terjadi di bagian selatan Yogyakarta itu lebih besar tiga kali lipat dibanding Gunung Merapi. Pengaruh yang terjadi bukan dari Gunung Merapi ke gempa. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu gempa memang bisa mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.
ILMU KOMUNIKASI MASA DALAM SUASANA KRISIS PADA KORBAN MUSIBAH GEMPA
Indonesia kembali menangis. Gempa mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Korban jiwa yang terdeteksi mencapai 5.427 jiwa. Perincian korban meninggal, Bantul tercatat 3.310, Klaten 1.668, Sleman 184, Kodya Yogyakarta 164, Gunung Kidul 66, Kulon Progo 26, Purworejo 5, Boyolali 3, dan Magelang 1. Sementara korban luka berat di DIY mencapai 3.991 dengan perincian, Bantul 1.907, Sleman 602, Gunung Kidul 1.015, Kodya Yogya 215, Kulon Progo 252. Di Jawa Tengah mencapai 3.528. Sehingga secara keseluruhan jumlah luka berat mencapai 7.519. Luka ringan di DIY sebanyak 3.180 dengan perincian, Bantul sebanyak 1.769, Sleman 1.192, Kodya Yogyakarta 48, Kulon Progo 171.
Bangunan yang rata dengan tanah di DIY tercatat 5.412 dan Jawa Tengah 12.073. Sedangkan bangunan yang rusak berat-roboh di Yogyakarta mencapai 27.327 dengan perincian, Bantul mencapai 12.631, Sleman 1.305, Gunung Kidul 6.640, Yogyakara 3.727, Kulon Progo 3.024. Sedang untuk Jawa Tengah tercatat 1.950. Demikian data Depsos yang dikeluarkan, Selasa (30/5/2006). Bangunan yang rusak ringan di DIY mencapai 19.334 dan Jawa Tengah 4.766. BMG membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan bahwa getaran gempa terasa hingga Solo, Klaten, Semarang, bahkan Surabaya dan Tulungagung. Di Yogyakarta dan Bantul, aliran listrik dan saluran telepon saat ini terganggu. BMG mengakui bahwa gempa ini sebelumnya tidak terdeteksi. Ada 10 kali gempa susulan. Yang cukup besar terjadi pada pukul 08.05 WIB dengan kekuatan sekitar 5,6 SR.
Walaupun dua kali luncuran awan panas dalam ukuran raksasa di Gunung Merapi waktunya hampir bersamaan dengan terjadinya gempa pada pukul 5.55 WIB., gempa yang terjadi di dekat pantai Parangtritis itu tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa gempa berkekuatan cukup besar tersebut jenis tektonik, bukan vulkanik. Gempa itu terjadi akibat pergerakan patahan aktif atau sesar. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jln. Diponegoro, Bandung menambahkan, dampak gempa yang terjadi di bagian selatan Yogyakarta itu lebih besar tiga kali lipat dibanding Gunung Merapi. Pengaruh yang terjadi bukan dari Gunung Merapi ke gempa. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu gempa memang bisa mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi, meskipun belum bisa diketahui berapa besarnya. BMG memastikan bahwa gempa ini tidak akan menimbulkan Tsunami. Tsunami akan terjadi dari pantai Yogyakarta sekitar 10 menit setelah gempa. Menurut BMG, gempa ini tidak menimbulkan Tsunami. BMG pusat akan mengirim tim ke lokasi untuk memonitor gempa-gempa susulan. BMG menambahkan bahwa tahun lalu juga terjadi gempa bumi 5,5 SR yang berpusat di samudra Hindia terjadi di 9,77 Lintang Selatan dan 110,71 Bujur Timur atau sekitar 220 kilometer sebelah selatan Yogyakarta dengan kedalaman 33 kilometer di dalam tanah, July 19, 2005.
Berikut ini adalah semacam panduan kasar tentang mengkomunikasikan krisis, musibah atau bencana. Sedikit banyak kita berharap bahwa ini bisa berguna bagi rekan-rekan yang menyempatkan diri terjun langsung ke lokasi musibah.
Thank's To Administrator IA -ITB
ILMU KOMUNIKASI MASA DALAM SUASANA KRISIS PADA KORBAN MUSIBAH GEMPA
Indonesia kembali menangis. Gempa mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Korban jiwa yang terdeteksi mencapai 5.427 jiwa. Perincian korban meninggal, Bantul tercatat 3.310, Klaten 1.668, Sleman 184, Kodya Yogyakarta 164, Gunung Kidul 66, Kulon Progo 26, Purworejo 5, Boyolali 3, dan Magelang 1. Sementara korban luka berat di DIY mencapai 3.991 dengan perincian, Bantul 1.907, Sleman 602, Gunung Kidul 1.015, Kodya Yogya 215, Kulon Progo 252. Di Jawa Tengah mencapai 3.528. Sehingga secara keseluruhan jumlah luka berat mencapai 7.519. Luka ringan di DIY sebanyak 3.180 dengan perincian, Bantul sebanyak 1.769, Sleman 1.192, Kodya Yogyakarta 48, Kulon Progo 171.
Bangunan yang rata dengan tanah di DIY tercatat 5.412 dan Jawa Tengah 12.073. Sedangkan bangunan yang rusak berat-roboh di Yogyakarta mencapai 27.327 dengan perincian, Bantul mencapai 12.631, Sleman 1.305, Gunung Kidul 6.640, Yogyakara 3.727, Kulon Progo 3.024. Sedang untuk Jawa Tengah tercatat 1.950. Demikian data Depsos yang dikeluarkan, Selasa (30/5/2006). Bangunan yang rusak ringan di DIY mencapai 19.334 dan Jawa Tengah 4.766. BMG membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan bahwa getaran gempa terasa hingga Solo, Klaten, Semarang, bahkan Surabaya dan Tulungagung. Di Yogyakarta dan Bantul, aliran listrik dan saluran telepon saat ini terganggu. BMG mengakui bahwa gempa ini sebelumnya tidak terdeteksi. Ada 10 kali gempa susulan. Yang cukup besar terjadi pada pukul 08.05 WIB dengan kekuatan sekitar 5,6 SR.
Walaupun dua kali luncuran awan panas dalam ukuran raksasa di Gunung Merapi waktunya hampir bersamaan dengan terjadinya gempa pada pukul 5.55 WIB., gempa yang terjadi di dekat pantai Parangtritis itu tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa gempa berkekuatan cukup besar tersebut jenis tektonik, bukan vulkanik. Gempa itu terjadi akibat pergerakan patahan aktif atau sesar. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jln. Diponegoro, Bandung menambahkan, dampak gempa yang terjadi di bagian selatan Yogyakarta itu lebih besar tiga kali lipat dibanding Gunung Merapi. Pengaruh yang terjadi bukan dari Gunung Merapi ke gempa. Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu gempa memang bisa mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi, meskipun belum bisa diketahui berapa besarnya. BMG memastikan bahwa gempa ini tidak akan menimbulkan Tsunami. Tsunami akan terjadi dari pantai Yogyakarta sekitar 10 menit setelah gempa. Menurut BMG, gempa ini tidak menimbulkan Tsunami. BMG pusat akan mengirim tim ke lokasi untuk memonitor gempa-gempa susulan. BMG menambahkan bahwa tahun lalu juga terjadi gempa bumi 5,5 SR yang berpusat di samudra Hindia terjadi di 9,77 Lintang Selatan dan 110,71 Bujur Timur atau sekitar 220 kilometer sebelah selatan Yogyakarta dengan kedalaman 33 kilometer di dalam tanah, July 19, 2005.
Berikut ini adalah semacam panduan kasar tentang mengkomunikasikan krisis, musibah atau bencana. Sedikit banyak kita berharap bahwa ini bisa berguna bagi rekan-rekan yang menyempatkan diri terjun langsung ke lokasi musibah.
Thank's To Administrator IA -ITB


0 Comments:
Post a Comment
<< Home